14 Juli 2019 - Gowes ning Kota Kota

14 Juli 2019
Gowes ning Kota Kota



Terdengar suara ayam berkukuruyuk di waktu subuh. Tanda pagi ingin dimanja oleh sinar matahari. Hawa dingin yang masih tetap betah untuk berkumpul. Tak terasa diluar jendela terlihat lebih terang dari biasanya. Ternyata matahari sudah ingin menanti hari.

Begitulah kiranya suasana hari minggu kemarin. Hawa dingin & matahari terasa cepat terbit dari posisinya. Tanda bahwa kegiatan gowes harus segera dimulai.

Yup, kali ini berangkat dari Srono menuju Banyuwangi. Gowes kita mulai dari Srono bersama 2 pesepeda yaitu saya (tetap dijadikan leader) & asisten sub bidang pegowesan (Aryo Pinulung alias Yoyok alias putrane mbah Ganjur (pelawak Banyuwangi)).

Kami mulai dengan mengisi bahan logistik kebutuhan pangan (air minum, biskuit) di minimarket Srono sebelum melanjutkan kembali untuk bertemu teman kami satu lagi di titik temu Patung penari gandrung pertigaan Pohon beringin Jembatan Bomo.

minimarket indomaret srono

srono

pom bensin srono
Matahari sudah tampak terlihat lebih tinggi dari biasanya dan terlihat lebih besar. Lokasi dekat pom bensin Sukonatar Srono.

Kita lanjutkan menuju poin sasak (jembatan) bomo untuk bertemu teman kita satu lagi (Yanto). Kami sudah berjanji untuk bertemu di dekat jembatan ini. Tapi meleset, Yanto tidak kunjung datang dan kami putuskan untuk menghubunginya lewat telepon. Dan ternyata...............!!!?? dia telat bangun dan menjawab bahwa dirinya baru selesai mandi karena bangun kesiangan. Kebiasaan buruk dia memang.
Akhirnya kami berdua (Saya & Aryo) memutuskan untuk melanjutkan perjalanan sembari menunggu Yanto menuju Rogojampi dan bersepakat bertemu disana.

Desa dengan nama unik "Kidul Ban" kalau saya terjemahkan dari bahasa jawa ke bahasa indonesia artinya Kidul (Selatan) & Ban (Ban/Roda)

Dalam perjalanan menuju Rogojampi, saya mempunyai ide untuk mengerjai Yanto dan sedikit memberi pelajaran untuknya bahwa resiko telat itu tidak baik. Kami sengaja bilang ke Yanto untuk bertemu dititik tertentu, tapi tetap kami tinggal di titik berikutnya. Kami bilang untuk bertemu di Rogojampi saja, tapi setelah dia bilang oke dan melakukan perjalanan kami sengaja tinggal melanjutkan perjalanan ke titik berikutnya. Setelah kami tinggal di titik rogojampi, kami menuju ke titik berikutnya yaitu pom bensin Kabat dan begitu seterusnya sampai ke titik terkahir yaitu Banyuwangi. Hahaha......

Di sela-sela meninggalkan & menunggu Yanto, kami putuskan untuk mampir ke beberapa tempat seperti tempat peribadatan kong hu cu (Klenteng) di Rogojampi dan stasiun bekas kereta api di Kabat.

  Tempat peribadatan umat kong hu cu (Klenteng)


 Tampat gedung bekas stasiun kabat yang sudah di fungsikan.

Perlintasan kereta api yang menghubungkan stasiun karangasem dengan stasiun rogojampi dan masih berfungsi yang berada di area bekas stasiun kabat.
 Baliho besar di depan pintu masuk El Royal Residence Banyuwangi

Okelah kita wes (sudah) memasuki kota Banywuangi, tepatnya kelurahan pakis. Disini kami benar-benar menunggu Yanto untuk selanjutnya menuju tempat yang cukup menjadi penasaran bagi para pemburu foto (instagramable) yaitu salah satu tempat peribadatan umat islam (Masjid Cheng Hoo).











Kita lanjut menuju Kantor Pemerintahan Daerah Banyuwangi
(Kantor Bupati)


Kita lanjut menuju Taman Blambangan
Disini kita akan bertemu teman satu lagi yaitu Arif. Ia tinggal disini dan kebetulan bekerja di jajaran pemerintahan kabupaten Banyuwangi. Ia sangat ramah dan baik terutama kepada saya sendiri. hahahah.. ia jarang bersepeda dengan alasan tidak punya teman gowes. Sebelumnya ia saya hubungi bahwa saya beserta beberapa teman akan melakukan perjalanan bersepeda menuju kota Banyuwangi dan ia ingin sekali ikut gowes. Okelah kami bertemu di taman Blambangan dimana hari itu bertepatan dengan jadwal Car Free Day (CFD). Jadi banyak orang melakukan berbagai kegiatan disana terutama jalan-jalan dan berolahraga. Disini kami beristirahat dan saling bercanda satu sama lain. Mengaduk kopi dan berbagi biskuit.






Kita lanjut menuju Sarapan
Setelah kami berisitarahat cukup lama, kami putuskan untuk mencari menu sarapan. Di pimpin oleh arif yang tentu saja sudah mengenal area perkotaan. Kami putuskan mencari makanan murah tapi mengenyangkan. Nasi bungkus hanya Rp. 5.000,- saja dengan nasi dan lauk sambal goreng, sambal cabai dan suwiran ayam.


Kita lanjut menuju Rumah Dinas Bupati
----{Pendopo Sabha Swagata Blambangan}----
.........................

Pendopo Banyuwangi Sabha Swagata Blambangan



Pendopo Banyuwangi Sabha Swagata Blambangan





Kita lanjut menuju Tugu Kilometer 0 & Kali Lo
----{Singoturunan}----
.........................




Kali Lo Banyuwangi



Sego Tempong Mbok Wah



Pantai Marina Boom Banyuwangi



Postingan populer dari blog ini

Menggunakan BPJS Untuk Rawat Inap Di Rumah Sakit

28 April 2019 - Mancal Ning Rowo Bayu

28 April 2019 - Rowo Bayu ning Green Gumuk Candi