Mancal ning Grajagan
29 Januari 2021

Seperti biasanya kalau libur bingung mau kemana & gowes selalu tidak punya arah tujuan. Mengalir santai sampai nanti akhirnya ada di suatu tempat.

Berangkat pagi & sudah pamitan ibunya anak-anak, melaju pelan arah ke Benculuk. Sesampainya di daerah klejitan perbatasan Jajag dengan Cluring ketemu teman yang akhirnya berhenti untuk sekedar ngobrol. Eh tahunnya ngobrol bisa hampir sampai 1 jam.

Tak terasa semakin siang & ragu untuk memutuskan perjalanan yang sebenarnya tak tau arah mau kemana.

Yah sudahlah, karena nanggung sudah pamitan. Akhirnya tetap lanjut ke arah Benculuk yang terus berlanjut ke arah Plampang Rejo & jembatan patok 11.
Dari sini terus memutuskan arah tegaldlimo & rencana menuju arah karetan.
Ah au ah, namanya orang bingung tidak tau kemana & kebetulan bertepatan hari jumat dimana jam gowes terbatas hanya sampai jam 11 yang harus nyampai dirumah. Karena rencananya memang cuma gowes santai tanpa arah tujuan. Sehingga tidak membawa kebutuhan perjalanan sehari.
Setelah sampai di persimpangan selancar tegaldlimo terbersit untuk menuju Grajagan lewat pasar Jatirejo & melewati goa maria jatirejo.
Setelah beberapa cukup menit perjalanan melewati tanaman jati yang udaranya cukup segar. Akhirnya sampailah di gerbang desa Grajagan.
Karena merencanakan perjalanan minim pengeluaran, maka memutuskan untuk menuju dermaga perikanan yang berada di sisi kiri & tidak memutuskan masuk ke tempat wisata pantai Grajagan yang harus bayar tiket.
Grajagan Banyuwangi
Karena cukup masih pagi & mungkin bertepatan hari jumat yang kebetulan banyak nelayan libur bekerja. Maka kondisi di dermaga perikanan tangkap pantai Grajagan cukup lengang & sepi. Cuma ada beberapa nelayan yang sedang memeriksa & memperbaiki kapal.
Dermaga perikanan tangkap pantai Grajagan sekarang tertata rapi & bersih.
Tampak kapal-kapal nelayan yang sedang bersandar dengan rapi. Tampak pula pelawangan yang digunakan untuk keluar masuk kapal dari pelabuhan ke laut lepas.








Grajagan Banyuwangi






Karena waktu terbatas, maka saya putuskan untuk segera menuju pulang ke arah jajag lewat purwoharjo.
Ditengah-tengah perjalanan, antara Grajagan dengan purwoharjo saya putuskan untuk melihat & jiarah ke makam para orang alim.
Makam ini sebenarnya sudah lama ditemukan & sebelumnya hanya kalangan tertentu yang mengetahui tempat pesarehan ini. Tapi beberapa tahun belakangan ini di buka untuk umum bagi para pejiarah yang ingin melakukan perjalanan spiritual & berdoa.
Makam ini terletak di antara tengah-tengah hutan jati. Jalan bertanah & cukup licin jika basah.
Disini, ada beberapa makam kuno dengan ukuran panjang makam ±3 meter.
Makam ini adalah makam para orang suci/alim yang dahulu menyebarkan ajaran islam di pulau jawa.


Sayangnya saya tidak mendokumentasikan makam tersebut karena malu & untuk menghormati kesakralan makam tersebut.

Karena mengejar waktu jumatan, maka cuma sebentar di tempat ini. Semoga lain waktu bisa berkunjung lagi ke tempat ini.
Aamiin