Teluk Ijo - Gowes

Yuk mari kita bersepeda lagi. Kali ini kami bertiga mau bersepeda menuju wilayah barat daya Banyuwangi yaitu mengarah di sekitaran Taman Nasional Meru Betiri.



Setelah mendebatkan soal tempat tujuan beberapa hari sebelum keberangkatan, kami memutuskan untuk menuju Pantai Rajegwesi yang berada masuk wilayah Taman Nasional Meru Betiri, tepatnya berada di area dekat pintu tiket masuknya.

Akhirnya kami menyebarkan informasi perihal agenda perjalanan kami ke grup Federalos Banyuwangi beserta waktu keberangkatan. Ada beberapa anggota yang antusias ingin ikut agenda perjalanan kami ke Rajegwesi.

H-4 dari waktu yang telah ditentukan kami terus memperbaharui informasi tentang prakiraan cuaca 3 hari kedepan. Karena cuaca beberapa terakhir ini menunjukan mendung tebal dan hujan deras. Oleh sebab cuaca yang kurang mendukung inilah terjadi kembali perdebatan yang hampir membatalkan agenda bersepeda kami.

H-2 kami melihat prakiraan cuaca kembali dengan hasil mendung dan hanya berpotensi hujan ringan. Dikarenakan kondisi cuaca yang tidak bisa ditebak, maka beberapa teman Federalos tidak jadi ikut agenda ini karena jarak yang jauh dan waktu yang mepet.
Akhirnya H-1 malam kami bertiga tetap memutuskan untuk melakukan perjalanan sesuai agenda semula.

Pantai Rajegwesi sendiri, terletak di barat daya kabupaten Banyuwangi. Berjarak sekitar 45 km dari kota Jajag. Pantai Rajegwesi berada di Desa Sarongan Kecamatan Pesanggaran.
Hari telah tiba, pagi yang sedikit mendung dan gerimis hampir membatalakan perjalanan kami. Saya berangkat sendiri dari rumah menuju titik temu dirumahnya fauzi yang berjarak 9 km an. Disana sudah ada Yanto yang sudah bermalam dirumahnya fauzi.
Sesampainya dirumah fauzi hujan agak deras datang dan hampir benar-benar batal perjalanan kami menuju pantai Rajegwesi Pesanggaran.



Tak selang beberapa lama, hujan reda dan kami memutuskan untuk berangkat. Kami berangkat menuju pantai Rajegwesi melewati pasar Pedotan menuju ke arah desa Sukorejo dan menuju Desa kesilir Lanjut ke arah Pesanggaran.

Sembari mengayuh pedal cukup santai, kami melihat penjual jamu tradisional (beras kencur & kunir asam). Kami memutuskan untuk berhenti dan membeli sebotol jamu tersebut.

Perjalanan kami lanjutkan langsung ke arah pantai rajegwesi melewati dusun Sumberbopong desa Kandangan. Dalam perjalanan ini kami sekaligus menjajal sepeda punya Yanto & Fauzi yang masih baru dirakit.
Dalam setengah perjalanan kami mengalami masalah yaitu RD sepeda punya Yanto patah menjadi 2 dan rantai bengkok masuk diantara sela sproket dengan jari-jari sepeda. Kejadian hampir membuat Yanto terjungkal. Ta[i alhamdulillah masih selamat karena posisi pas dalam keadaan pelan. Padahal kejadian ini mungkin tidak akan terjadi jika Yanto mendengarkan peringatan kami beberapa waktu yang lalu bahwa rantainya sudah ada yang retak dan tak layak. tetapi Yanto mengendahkan peringatan kami dan tetap memakai rantai lamanya untuk perjalanan ini.

Setelah kecelakaan ini kami berhenti dan berdiskusi cukup panjang sembari berusaha memperbaiki apa yang bisa kami perbaiki. Disini kami juga lupa membawa alat pemotong rantai. Jadi kami berdebat apakah Yanto harus pulang dengan nebeng naik truk sampai perkampungan terdekat ataukah balik sampai pusat kota Sanggar dengan harapan menemukan bengkel untuk perbaikan.


Debat cukup lama dan perbaikan terkendala alat, saya teringat ada perkampungan di dekat kami yang jaraknya sekitar 1 km an. Kami memutuskan untuk menuju perkampungan tersebut dengan harapan ada yang punya perkakas gerinda. Gerinda kami gunakan untuk memotong rantai dengan tujuan membuat sepeda Yanto tetap bisa di kendarai dengan satu kecepatan.



Di perkampungan kami menemukan bengkel kecil yang melayani tambal ban. Alhamdulilah disini ternyata si pemilik punya perkakas gerinda untuk kami pinjam. Tak melewatkan waktu, kami langsung eksekusi sendiri untuk perbaikan sampai selesai.

Setelah selesai kami memutuskan melanjutkan perjalanan kembali menuju Rajegwesi. Dengan tetap berhati-hati kami menuju tempat tujuan.

Desa Kandangan Pesanggaran Banyuwangi

Desa Kandangan Pesanggaran Banyuwangi
Kami memilih lewat jalur dusun Sumberbopong sampai akhirnya memasuki area terminal bus kandangan. Dari sini kami sudah kehilangan sinyal ponsel sehingga tidak memungkinkan untuk berkomunikasi lewat ponsel. Kami tetap menjada jarag tidak terlalu jauh untuk memudahkan kami mengetahui satu sama lain.

Dari terminal bus Kandangan kami lepas melanjutkan ke arah pantai Rajegwesi dan Muara Baduk.
Sesampainya kami di pantai Rajegwesi dan melihat waktu masih cukup, kami memutuskan untuk melanjutkan naik menuju pantai Teluk Ijo.

Pantai Teluk Ijo berada sejalur dengan Pantai Sukomade dengan jalur bertanah berbatu kecil. Letaknya tidak jauh dari pantai Rajegwesi (menurut saya). Berjarak bekisar 2 km an dengan jalan cukup menanjak. Jalur selepas perkampungan di Rajegwesi menuju Teluk Ijo cukup menanjak dan bertanah. Disini kami kaget mendapati jalan tanah menanjak dengan kondisi berlumpur. Jalan didekat menuju Goa Jepang saat musim hujan sangat berlumpur dan cukup lengket karena bertanah liat.





Disini kami malah tertawa dan saling mentertawakan satu sama lain karena keadaan kami yang sedikit kepayahan menaikan sepeda menuju Teluk Ijo. Roda sepeda kami tidak bisa berjalan dengan baik karena licin serta lumpur lengket masuk ke sela-sela rangka.

Dengan resiko yang cukup berbahaya, kami semua memutuskan mendorong sampai titik masuk Teluk Ijo.


Jalan Masuk Teluk Ijo (Jalan Setapak, Kendaraan harus parkir disini & tidak bisa dibawa masuk)

Teluk Ijo

Teluk Ijo berada dalam satu kawasan Taman Nasional Meru Betiri. Teluk Ijo bisa anda capai dengan melewati jalan setapak dari titik poin masuk dengan jarak 1.5 km melewati lembah yang naik turun di pesisir pantai sepanjang jalur. Sebelum sampai teluk ijo anda akan melewati pantai Watu yang cukup panjang. Pantai Watu di sepanjang pesisirnya terdapat batu berbagai ukuran dengan corak yang indah dan berwarna warni. Jalur ini cocok bagi anda yang suka berpetualang. Dijalur ini banyak pepohonan besar dan semak yang dilengkapi beberapa suara burung yang merdu dan menenangkan.

Tapi jika anda memilih lewat jalur setapak ini, anda harus siap fisik dan membawa bekal air minum. Jika anda lupa membawa air minum, anda dapat meminum air jernih yang berada di jalur pantai Watu. Airnya jernih dan terasa segar.


Pantai Batu

Pohon Kluncing (Spondias cytherea Som)

Melalui jalur setapak, sebaiknya anda jangan lewat mengikuti jalan yang ada sampai akhir. Karena jalan yang disedikan terpotong aliran sungai yang cukup membingungkan.

Sebaiknya anda lewat di pinggiran pesisir pantai watu setelah jalan setapak tersebut mendekati pantai watu. Jika melewati pantai watu, anda harus berhati-hati karena ada beberapa batu yang berukuran cukup besar dan licin. Anda bisa merebahkan badan di bebatuan ini dan bisa merilekkan sejenak. Semacam terapi batu.

Wisata Pantai Teluk Ijo Banyuwangi

Wisata Pantai Teluk Ijo Banyuwangi

Wisata Pantai Teluk Ijo Banyuwangi

Wisata Pantai Teluk Ijo Banyuwangi

Wisata Pantai Teluk Ijo Banyuwangi

Wisata Pantai Teluk Ijo Banyuwangi

Wisata Pantai Teluk Ijo Banyuwangi

Wisata Pantai Teluk Ijo Banyuwangi

Wisata Pantai Teluk Ijo Banyuwangi

Wisata Pantai Teluk Ijo Banyuwangi

Jika anda tidak ingin capek melewati jalur setapak, anda bisa menuju teluk ijo dengan menyewa perahu motor yang berangkat dari pelabuhan perikanan Rajegwesi dengan biaya Rp. 50.000,- / Orang.




Karena matahari sudah berada di jam 12 dan cukup terik, kami memutuskan untuk kembali turun menuju pantai rajegwesi. Kami memutuskan untuk beristirahat dan mengisi tenaga kembali di pantai rajegwesi.

Akhirnya kami turun kembali. Di pantai rajegwesi kami beristirahat dan mengisi tenaga dengan beberapa makanan untuk kemudian memutuskan pulang.


 


Video :


Pantai Teluk Ijo - Banyuwangi