Lembaran Banyuwangi Dalam Tulisan "VISITOR's GUIDE Book Banyuwangi East Java - Indonesia"

Lembaran yang sudah tersusun dalam bentuk buku ini, perlu anda ketahui untuk mengenal Banyuwangi lebih awal. Buku ini dikeluarkan oleh pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi (Banyuwangi Regency Culture & Tourism Service) secara terbatas dan tidak diperjualbelikan.

Kesenian Tradisional Gandrung


Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memberi kan perhatian khusus terhadap kesenian gandrung. Hal itu bertujuan untuk mendorong tumbuhnya semangat serta memiliki daerah dengan segala kebudayaannya, sehingga pada gilirannya nanti akan mampu meningkatkan pembangunan di bidang kepariwisataan. Oleh karena itu, Gandrung ditetapkan sebagai simbol pariwisata Banyuwangi yang dituangkan dalam surat keputusan Bupati Banyuwangi Nomor 173 Tahun 2002.

Kata Gandrung berasal dari bahasa jawa yang berarti"Cinta" atau "Pesona". Hal ini berhubungan dengan terpesonanya masyarakat Banyuwangi kepada Dewi Sri, yaitu Dewi Padi yang membawa kesejahteraan kepada masyarakat Banyuwangi yang sebagian besar adalah agraris.

Sebagai rasa syukur atas panen yang melimpah, maka diadakanlah pertunjukan yang dinamakan Gandrung, karena gandrungnya terhadap Dewi Sri.


Pementasan gandrung biasanya dilaksanakan pada malam hari, mulai pukul 21.00 - 04.00 pagi hari. Namun pada masa kini, tari jejer gandrung ditampilkan pada siang hari dan setiap saat. Tujuan utamanya adalah untuk menghormati para tamu.